Sejarah dan Corak Kerajaan Budha di Indonesia

Agama Budha meskipun minoritas, pada beberapa abad yang lalu sempat menjadi agama mayoritas di Indonesia. Dibuktikan dengan berdirinya beberapa kerajaan Budha di Indonesia. Namun keberadaan kerajaan Budha di Indonesia hanya sebatas di daerah yang ada di pulau Jawa serta Sumatera. Seringkali kerajaan Budha dikaitkan dengan kerajaan Hindu. Sehingga keberadaan keduanya sering sulit dibedakan. Namun dengan adanya corak khas yang dimiliki oleh kerajaan Budha pada peninggalannya, membuat lebih mudah untuk mana saja kerajaan di Indonesia yang termasuk kerajaan Budha.

Corak Kerajaan Budha Di Indonesia

1. Kerajaan Sriwijaya di Indonesia

Kerajaan Sriwijaya berjaya di abad ke-7 Masehi. Ketika dua kerajaan yaitu, Melayu dan Tulang Bawang terpuruk. Kerajaan bercorak Budha ini dikenal memiliki kekuatan di bidang maritim. Sehingga tidak heran sebutan lain dari Kerajaan Sriwijaya adalah Kerajaan Maritim. Pengaruh agama Budha begitu kental di daerah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Bahkan kerajaan Budha ini merupakan pusat budaya dari ajaran agama Budha se-Asia Tenggara. Tahun 850 Masehi, dipimpin oleh Raja Balaputra, Kerajaan Sriwijaya berdiri sebagai kerajaan modern karena pemerintahannya yang terstruktur. Selain itu, peninggalan yang dimiliki Kerajaan Sriwijaya seperti Candi Muara Takus, prasastu Ligor, prasasti Karang Brahi, serta prasasti Kedukan Bukit menandakan kerajaan ini sebagai kerajaan Budha yang ada di Indonesia

2.  Kerajaan Mataram Budha di Indonesia

Kerajaan Mataram Budha dulunya menganut ajaran agama Hindu. Ketika masa Dinasti Syailendra, berubahlah menjadi penagnut ajaran agama Budha. Sehingga kerajaan yang bernama Kerajaan Mataram menjadi Kerajaan Mataram Budha. Corak Budha dari kerajaan Budha di Indonesia ini terlihat dari berdirinya sebuah candi yang sampai sekarang dikenal sebagai candi Budha yaitu, Candi Borobudur yang ada di Magelang, provinsi Jawa Tengah. Tahun 770 Masehi, Raja Samaratungga mendirikan candi Borobudur. Selain itu, ada Candi Sewu, Candi Mendut, Candi Plaosan, serta candi Kalasan yang juga bukti peninggalan dari Kerajaan Mataram Budha. Dan sampai sekarang masih dapat dijumpai di provinsi Jawa Tengah. Peninggalan prasasti Kalasan juga menunjukkan bahwaa perjuangan Raja yang berasal dari Dinasti bernama Sanjaya merayu Raja Rakai Panangkaran untuk mendirikan vihara bagi para biksu. Dan diperkuat pada prasarti Kluraj, adanya arca Manjusri yang merupakan wujud Budha, wujud Wisnu, serta wujud Sanggha.

3. Kerajaan Melayu di Indonesia

Kerajaan Melayu berada tidak jauh dari daerah Jambi. Berdiri sebagai kerajaan Budha karena pengaruh ajaran yang dibawa oleh pendeta Budha bernama I-Tsing yang berasal dari negara Cina. Sebelumnya pendeta Budha I-Tsing berada di Sriwijaya dan kemudian singgah sementara di Melayu dan membawa kebudayaan Budha di Kerajaan Melayu. Sebagai kerajaan Budha, masa pemerintahan Kerajaan Melayu tidak mampu berjaya seperti kerajaan Budha lain. Ketika berhasil pisah dengan Kerajaan Sriwijaya dan mendirikan kerajaan sendiri, belum lama berkuasa sudah berhasil direbut oleh Kerajaan Singosari.

Kerajaan Budha kenyataannya tidak terlalu banyak. Sulit menemukan kerajaan yang benar-benar memiliki ajaran Budha di dalamnya karena masih ada yang tercampur dengan ajaran Hindu. Meskipun sempat menjadi agama yang besar di Indonesia. Keberadaannya tetap berhasil dikalahkan oleh ajaran Hindu. Namun dengan adanya kerajaan Budha di Indonesia seperti yang disebutkan di atas, terbukti pengaruh Budha juga berhasil masuk ke Indonesia. Penduduk Indonesia sekarang pun ada yang menganut agama Budha berkat sejarah keberadaan kerajaan Budha. Meskipun minoritas, namun ada diantara mayoritas agama Islam yang ada di Indonesia. Itulah kerajaan Budha yang pernah berdiri dan berkuasa di bumi Indonesia.

error: Content is protected !!