Apa Arti dan Fungsi SWDKLLJ yang Terdapat pada STNK Kendaraan ?

SWDKLLJ yang tercantum dalam STNK Kendaraan sering kali luput dari perhatian, Bahkan banyak pula pengendara yang tidak tahu apa arti SWDKLLJ dan apa fungsinya . Meski secara tidak langsung, setiap kali membayar pajak kendaraan kita juga sering membayarnya.

SWDKLLJ merupakan kependekkan dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, Dimana setiap kali membayar pajak kendaraan, Secara tidak langsung kita juga telah mendaftarkan diri pada asuransi yang dikelola oleh PT. Jasa Raharja, Salah satu perusahaan milik negara dibawah Kementerian BUMN.

Fungsi dan arti SWDKLLJ

Fungsi SWDKLLJ dan Tarifnya

Fungsi SWDKLLJ adalah memberikan perlindungan asuransi untuk korban terjadinya kecelakaan lalu lintas. Sedangkan tarif yang dikenakan sangat tergantung pada jenis kendaraan yang digunakan. Dan Pemerintah telah mengatur besarnya tarif yang dapat Anda temukan di bawah ini.

Tarif Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 36/PMK.010/2008 tanggal 26 Februari 2008 :

GOL JENIS KENDARAAN TARIF SWDKLLJ KD / SERT JUMLAH
A Sepeda motor 50 cc ke bawah, mobil ambulance, mobil jenazah dan mobil pemadam kebakaran. 0 3.000 3.000
B Traktor, buldozer, forklift, mobil derek, excavator, crane dan sejenisnya. 20.000 3.000 23.000
C1 Sepeda motor, sepeda kumbang, dan scooter diatas 50 cc s/d 250 cc dan kendaraan bermotor roda tiga. 32.000 3.000 35.000
C2 Sepeda motor dan scooter diatas 250 cc 80.000 3.000 83.000
DP Pick up/mobil barang s/d 2.400 cc, sedan, jeep, dan mobil penumpang bukan angkutan umum 140.000 3.000 143.000
DU Mobil penumpang angkutan umum s/d 1.600 cc 70.000 3.000 73.000
EP Bus dan Microbus bukan angkutan umum 150.000 3.000 153.000
EU Bus dan Microbus angkutan umum, serta mobil penumpang angkutan umum lainnya diatas 1.600 cc 87.000 3.000 90.000
F Truck, mobil tangki, mobil gandengan, mobil barang diatas 2.400 cc, truck container, dan sejenisnya 160.000 3.000 163.000

Dengan demikian bila pengendara mengalami musibah kecelakaan terhadap dirinya atau orang lain maka dapat memperoleh perlindungan berupa santunan. Tata kelola santunan telah diatur melalui UU No 34 Tahun 1964 Jo PP No 18 Tahun 1965 tentang Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan yang menjelaskan bahwa :

Korban yang berhak atas santunan adalah setiap orang yang berada di luar angkutan lalu lintas jalan yang menjadi korban akibat kecelakaan dari penggunaan alat angkutan lalu lintas jalan serta setiap orang atau mereka yang berada di dalam suatu kendaraan bermotor dan ditabrak, dimana pengemudi kendaraan bermotor yang penyebab kecelakaan, termasuk dalam hal ini para penumpang kendaraanbermotor dan sepeda motor pribadi.

Bagi pengemudi yang mengalami kecelakaan merupakan penyebab terjadinya tabrakan dua atau lebih kendaraan bermotor, maka baik pengemudi maupun penumpang kendaraan tersebut tidak dijamin dalam UU No 34/1964 jo PP no 18/1965 termasuk korban pejalan kaki atau pengemudi/penumpang kendaraan bermotor yang dengan sengaja menerobos palang pintu kereta api yang sedang difungsikan.

baca juga : Cara Lapor Pajak Online Lewat E-Filling

Dan berdasarkan Peraturan Mentri Keuangan RI No.36 & 37/PMK.010/2008 Tanggal 26 Februari 2008, besaran santunan bagi korban adalah :

Meninggal Dunia Rp 25.000.000,-
Cacat Tetap (Maksimal) Rp 25.000.000,-
Perawatan (Maksimal) Rp 10.000.000,-
Penggantian Biaya Penguburan
(Tidak mempunyai ahli waris)
Rp 2.000.000,-

Cara Mendapatkan Santunan SWDKLLJ

Untuk mendapatkan santunan, Ada dua cara yang bisa dilakukan, Yaitu :

  1. Pihak PT. Jasa Raharja yang pro aktif melakukan pendataan para korban kecelakaan dan langsung memberikan santunan.
  2. Pihak korban yang menghubungi dan memproses sendiri santunan ke kantor PT. Jasa Raharja

Khusus untuk cara ke-dua, langkah-langkahnya adalah :

1. Isi formulir yang telah disediakan oleh kantor PT. Jasa Raharja

2. Lampirkan Surat Keterangan Kesehatan Korban dari Dokter Rumah Sakit

3. Surat Keterangan Ahli Waris dari yang berwenang

4. Kwitansi biaya rawat korban dan biaya pembelian obat di apotik

5. Foto copy identitas korban / ahli waris korban

Hak santunan akan menjadi tidak berlaku (kadaluarsa) apabila :

  1. Mengajukan lebih dari 6 bulan. sejak mulai terjadinya musibah
  2. Tidak dilakukan penagihan dalam kurun waktu 3 bulan setelah hak santunan di setujui oleh Jasa Raharja

Meskipun proses sosialisasi sudah sering dilakukan, namun masih banyak korban-korban kecelakaan yang tidak tahu akan hal ini. Karena itulah banyak petugas yang memilih lebih pro aktif saat ada kejadian untuk mendata dan kemudian melakukan pembayaran.

Saat ini proses pembayaran santunan sudah bisa dilakukan secara online, sehingga diharapkan pencairan santunan dapat dilakukan sehari setelah kejadian. Bila ingin menggunakan langkah ini, kunjungi situs resmi PT. Jasa Raharja bagian layanan, namun formulir online yang telah diisi tetap harus dilakukan proses verifikasi dikantor Jasa Raharja.

Oleh karena itulah, masyarakat kita perlu tahu apa arti dan fungsi SWDKLLJ yang terdapat pada STNK Kendaraan, Sehingga dapat memanfaatkan proses ini dengan baik.

sumber : jasaraharja.co.id

Share